Ciri seorang bayi yang pada pertama lahir mengalami gangguan atau masalah pada pernafasannya biasanya akan memeperlihatkan gejala secara jelasnya berupa :

  • Adanya bagian hidung dan mulut yang membiru
  • Timbul suara mendesak, dan adanya sretraki dada
  • Nafas tersenggal-senggal
  • Adanya pergetaran pada paru-paru
  • Adanya kesulitan bernafas

Namun semua hal tersebut dapat segera teratasi dengan berbagai macam obat-obatan yang di milki oleh dokter, klinik kesehaan, dan rumah sakit, Cara mengatasinya yakni dengan cara penannganan menggunakan ventilasi mekanik, bantuan oksigen dan obat-obatan. Penyembuhan memang membutuhkan waktu yang cukup panjang, tapi banyak bayi yang mengalami masalah pernafasannya mendapatkan kesembuhan setelah dirawat dengan berbagai macam pengobatan tersebut.

Penyebab apa yang sangat berpengaruh terhadap tumbuhnya masalaha pada bayi yang baru saja lahir? simak penjelasan selengkapnya berikut ini.

Lahir sebelum waktunya atau lahir prematur

Pada sekitar 31 minggu kehamilan, zat kimia yang disebut surfaktan akan mulai hadir dalam paru-paru janin, dimana adanya zat surfaktan tersebutlah akan memberi manfaat pada proses penyerapan nya oksigen pada paru-paru anak, dimana adanyahal tersebutlah akan memberikan manfaat dalam memperluas organ sisitem pernafasan dan tetap terbuka ketika bayi baru lahir dan memmulai bernapas sendiri.

Infeksi

Demam merupakan tanda awal dari adanya infeksi yang menyerang pada seorang bayi, adanya demam tersebut biasanya akan disertai dengan adanya napas yang cepat dan adanya detak jantung yang tidak teratur pada bayi yang baru lahir. Infeksi serius yang menimbulkan keadaan tersebut dapat disebabkan oleh adanya bakteri menyerang, dimana bakteri tersebut yang dikenal sebagai bakteri kelompok B atau bakteri streptokokus (GBS), yang biasanya akan meyerang pada saluran usus. Adanya bakteri GBS dapat ditemukan di vagina.

Sekitar satu pertiga dari kebanyakan wanita hamil akan terserang oleh jenis bakteri tersebut, menurut American Congress of Obstetricians dan Gynecologists (ACOG) menyatakan bahwa ” transmisi ibu dan bayi dapat mengakibatkan demam neonatal, sekresi lendir tebal di paru-paru, infeksi darah bayi dan meningitis.” Pemberian antibiotik dalam proses persalinan sangat dianjurkan sebab dapat berperan sebagai pengobatan pencegahan untuk bayi dengan kultur positif.

Adanya pemberian sedasi saat proses persalinan

Sedasi merupakan anestesi nama obat yang memiliki sifat dapat menenangkan pada pasien yang sedang mengalami kecemasan, adanya rasa tidak nyaman, dan gelisah. Atau terkadang juga diberikan kepada pasien yang yang akan melakukan pembedahan dan adanya prosedur medis yang menimbulkan rasa tidak nyaman.

Obat jenis in biasanya akan diberikan untuk menghilangkan rasa nyeri pada proses persalinan, pemberian jenis obat ini harus sangat hati-hati dan harus tepat waktu pemberiannya, disebabkan jika jenis obat ini melewati plasenta dan kemudian membanjiri aliran darah pada bayi yang belum lahir, dimana hal tersebutlah yang menjadi penyebab utama dari timbulnya amsalah pernafasan apad bayi ketika lahir.

Memiliki riwayat penyakit gula darah rendah

Bayi yang lahir dari ibu yang mengalami diabetes akan beresiko terkena oleh hipoglikemia, atau gula darah rendah. Jika seorang ibu yang sedang mengandung memilki riwayat penyakit tersebut maka akan sangat berpengaruh terhadap timbulnya pernapasan yang tidak teratur.

Menurut bidan Elizabeth Davis mengutarakan bahwa ” Bayi-bayi yang cenderung normal besar karena kelebihan gula dalam aliran darah ibu merupakan suatu halyang dapat menyebabkan tubuh bayi meningkatkan produksi insulin dan lemak toko pada tubuhnya. Ketika tali pusar terputus saat lahir, maka bayi yang terkahir dari ibu diabetes mengalami penurunan dengan cepat dalam gula darah.” Pengobatan yang tepat akan sangat berpengaruh dalam mengatasi tremor dan gangguan pernapasan dan mencegah kerusakan pada otak.

Aspirasi mekonium

Di dalam rahim, keadaan dan kesehatan bayi akan tergantung pada aliran darah yang mengandung oksigen yang berasal dari plasenta kemudian melalui tali pusat. Merokok, penggunaan narkoba, gizi buruk, kompresi tali pusat atau kontraksi abnormal merupaka suatu hal yang sangat kuat penyebab dari adanya janin mengalami kekurangan oksigen.

Perut bayi mungkin secara refleks akan melepaskan bangku mekonium ke dalam cairan ketuban. Aspirasi mekonium akan terjadi ketika bayi baru lahir dan kemudian menghirup zat ini selama kelahiran. Bayi yang baru lahir tidak dapat membersihkan paru-paru dengan sendirinya,maka dari adanya hal tersebutlah yang jika tidak segera melakuakn pengobatan akan menjadi penyebab dari adanya pengembangan peyakit berupa pneumonia kimia.

Tanggapan Anda

Bagian yang ditandai dengan * harus diisi. Jangan khawatir, email Anda akan selalu kami rahasiakan.