Masalah pencernaan, terutama yang menyerang pada lambung merupakan suatu gangguan kesehatan yang saat ini sangat banyak sekali penderitanya, yang mana akan di tandai dengan seringnya merasa sakit dibagian perut yang cukup menyiksa.

Makanan tinggi lemak,merokok, sering konsumsi minum alkohol, makan terlalu cepat atau terlalu banyak, konsumsi obat-obatan tertentu, dan stres dapat di golongkan sebagai pemicu utama dari adanya gangguan pencernaan, dan sakit pada daerah perut.

Secara medis, adanya gangguan kesehatan, berupa rasa sakit dibagian perut, dapat menjadi tanda dari terserangnya tubuh oleh sindrom iritasi usus, yang mana sindrom pada usus tersebut merupakan gangguan pencernaan paling umum mempengaruhi sekitar 35 juta orang di Amerika.

Pengenalan Sindrom iritasi usus

Cara Mudah Meringankan Gejala Sindrom Iritasi Usus:

Ini merupakan suatu kondisi yang disebabkan dari adanya keadaan  usus yang terlalu sensitif, begerak terlalu cepat, dan adanya ketidak mampuan dalam menyerap cukup ciran, yang menyebabkan diare.

Namun dalam kasus lain, adanya sindrom iritasi usus, juga dapat disebabkan dari adanya usus besar tidak bergerak cukup cepat, dan telalu banyaknya cairan yang diserap, yang dapat menyebabkan sembelit.

Kata Steven Field, MD, seorang gastroenterologist dan asisten profesor klinis kedokteran di New York University School of Medicine, menyatakan bahwa orang-orang yang mengalami sindrom iritasi usus akan mengalami gejala diare dan sembelit secar bergantian.

Dua hal yang dapat memicu sindrom iritasi usus

Dua hal tersebut dapat berupa makanan tertentu, stres, dan adanya pertumbuhan bakteri pada usus. Fried dan makanan berminyak merupakan suatu jenis makanan yang cenderung akan mengganggu orang yang sedang mengalami gangguan kesehan sindrom iritisi usus. Namun untuk jenis makanan yang paling berpengaruh yakni gula susu.

Mengapa stres dapat menjadi pemicu sindrom iritasi usus? karena organ usus terhubung ke otak melalui saraf. Ketika Anda merasa gugup, maka saraf di usus Anda akan merespon stres lebih kuat, dan menimbulkan respon timbulnya rasa sakit perut yang lebih menyakitkan  “Banyak pasien dicatat bahwa gejala mereka lebih buruk ketika mereka sedang stres,” kata Field. Bahkan, sejumlah besar pasien dengan IBS memiliki gejala depresi atau kecemasan.

Segeralah lakukan pemeriksaan, agar anda dapat segera mendapatkan pengobatan antibiotik, yang dapat membantu meringankan gejala sindrom infeksi usus, dan membebaskan anda dari berbagai kondisi yang abnormal akibat kelainan fungsi organ usus yang semakin terganggu, dan mengalami keparahan, seperti sakit perut, kram, dan perubahan kebiasaan buang air besar, yang terkadangn mencret.

Sindrom iritaisi usus, pada umumnya akan menyerang pada penderitanya, sekitar usia 18 atau 35tahunan, namun jika menyerang di usia 40-an, 50-an, atau 60-an, maka dokter akan menyingkirkan penyakit yang menyerang pada organ usus tersebut, sebab jika tidak segera ditangani kemungkina besar akan menimbulkan suatu gangguan kesehatan yang lebih serius seperti diverticulosis, atau kanker usus, dan anemia.

Save

Tanggapan Anda

Bagian yang ditandai dengan * harus diisi. Jangan khawatir, email Anda akan selalu kami rahasiakan.