Adanya penumpukan air pada paru-paru dapat ternyata dapat membahayakan kesehatan tubuh, hal tersebut dapat timbul akibat keterlambatan dalam melakukan pengobatan. Pada umumnya adanya cairan yang menumpuk pada paru-paru biasanya disebabkan oleh faktor fisiologi seperti adanya adema pada paru-paru, atau bisa disebabkan pula dari seringnya menghirup air ketika anda sedang melakukan kegiatan berenang.

Selain membahayaka kesehatan paru, adanya tumpukan air atau terhirupnya air saat berenang juga dapat mengakibatkan tenggelamnya sekunder.

Mengapa hal tersebut bisa terjadi, padahalkan kegiatan berenang merupakan kegaitan yang sangat menyenangkan dan juga dapat menyehatkan tubuh?

Pertanyaan atau presepi tersebut memang benar adanya, memang berenang merupakan kegiatan yang sangat banyak sekali manfaatnya bagi kesehatan tubuh seseorang, namun dibalik itu semua berenang juga memiliki beberapa resiko yang dapat membahayakan kesehatan dan keselamatan tubuh kita, salah satunya yakni dapat membahayakan kesehatan paru-paru yang diakibatkan dari tertelanatau terhirupnya air kolam, hal ini buakan saja anak-anak yanga kan mengalaminya namun bagi orang dewasapun mungkin akan sering mengalaminya.

Tertelannya atau terhirupnya air saat berenang biasanya diakibatkan dari kurangnya memperhatikan pernafasan saat berenang, oleh sebabb itu disarankan kepada anda untuk melakuakan latihan pernapasan dengan benar terlebih dahulu sebelum anda terjun melakuakn kegiatan berenang, sebab dari dilakuaknnya latihan tersebut maka irama dan ritme saat kitabernafas dalam air akan seimbang dan tidak akan menimbulkan bahaya serius pada tubuh anda dan bahkan akan menimbulkan manfaat yang baik bagi orang yang tubuhnya terserang oleh penyakit stroke.

Pada ulasan diatas dijelaskan bahwa terhirupnya air ketika berenang akan mengakibatkan tenggelamnnya sekunder, apa maksud dari tenggelamnya sekunder tersebut?

Tenggelamnya sekunder ialah suatu fenomena yang jarang sekali orang mengalaminya, namun berpotensi mematikan yang dapat terjadi baik setelah seseorang telah berhasil keluar dari air. Seiring dengan hampir tenggelam.

Sebagai contoh dari tenggelmnya sekunder yakni seperti seseorang yang hampir mati lemas, adanya sindrom pernapasan pasca perendaman, dan jika anda tidak sesegera mungkin mealakukan konsultasi pada dokter pengobatan akibat dari andanya penumpukan air di paru-paru , kerusakan ini adalah akibat dari ketidak mampuan oksigen untuk bisa melewati kantung udara di paru-paru karena adanya cairan. Seperti shutdown dalam fungsi paru dapat terjadi hingga 48 jam setelah berenang.

Gejala atau Pengobatan dari terhirupnya air saat berenang

Jika Anda mencurigai anda telah menelan sejumlah air yang cukup tinggi dan banyak, segeralah anda berkonsultasi dengan profesional medis atu dokter yang sudah biasa mengatasi hal ini. Andapun harus melakukan pemeriksaan fisik dan mendengarkan paru-paru Anda menggunakan stetoskop, pengobatan ini disebut sebagai auskultasi, di mana Anda menghirup dan menghembuskan napas dalam-dalam.

Sebuah suara berderak di paru-paru adalah indikator kuat bahwa cairan telah dikumpulkan, jika air yang berada pada paru-paru tidak segera dikeringkan maka  akan menimbulkan kerusakan otak secara permanen, Oleh sebab it agar hal tersebut tidak menyerang pada anda segeralah lakukan pengobatan dengan cara menurunkan suhu badan, namun pengoabatan tersebut harus dilakukan oleh dokter yang sudah ahli.

Oleh sebab itu, jika Anda seorang pemula atau anda ingin melakukan kegiatan berenang, diusahakan untuk memperhatikan tempat dan keasaan lingkungan terkebih dahulu agar tidak menimbulkan berbagai bahaya salah satunya yakni timbulnya pembengkakan yang natinya dapat menimbullkan kesulitannya untuk bernafas.

Anda juga harus menjauhi dari yang namanya melakuakn kegiatan berenang di sungain yang deras dan di kolam renang yang memiliki kondisi kurang di rawat seperti banyaknya lendir. dan jika anda sudah terlanjur menghirup air ketika anda berenang, segeralah melakuakn konsultasi agar tidak menimbulkan bahaya yang lebih serius pada tubuh anda.

Tanggapan Anda

Bagian yang ditandai dengan * harus diisi. Jangan khawatir, email Anda akan selalu kami rahasiakan.