Mungkin banyak orang yang mengira bahwa dengan melakukan olahraga tubuh akan lebih sehat dan lebih vit, namun tidak jarang sejumlah orang yang telah melalakukan olahraga bukan kesehatan dan kebugaran yang dirasakannya melainkan malah timbul kondisi yang cukup memprihatinkan dan membahayakan berupa timbulnya sesak napas dan adanya nyeri pada dada setelah melakukan aktifitas berolahraga.

Timbulnya sesak nafas dan nyeri pada dada sehabis melakukan kegiatan berolahraga dapat disebabkan dari berbagai faktor, untuk memeperjelas mari kita simak faktor apa saja yang dapat mengakibatkan hal tersebut :

Faktor yang pertama dapat diakibatkan dari adanya kegelisahan dalam benaknya

Kegelisahan biasanya akan timbul jika seseorang terlalu keras dalam menjalankan pekerjaannya yang mengalami kewalahan dan stres, terutama jika seseorang berada di bawah tekanan untuk memenangkan kompetisi, napas akan mengalami kecepatan yang nantinya dapat menyebabkan hiperventilasi.

Adanya sesak nafas biasanya diakibatkan dari adanya tekanan tubuh yang mengalami kesulitan saat akan menangkap napas dan bahaya dari adanya kesulitan dalam menangkap nafas tersebut dapat menimbulkan nyeri pada dada, nah saat itulah anda dianjurkan untuk tidak melakuakn kegiatan olahraga, sebab akan menimbulan keadaan yang lebih parah lagi.

Cara mengobati adanya sesak nafas dan nyeri dada pada diri anda baik itu diakibatkan dari kegiatan bekerja atau melakuakn aktifitas olaraga, anda dapat melakuakn pelatihan nafas sendiri dirumah atau pun ketika duduk dikantor denagncara melatih nafas anda setenang mungkin.

Faktor kedua dapat didakibatkan dari teraserangnya tubuh oleh Diseksi aorta

Disersi aorta adalah keadaan yang akan menimbulkan bahaya dimana terjadinya pendarahan pada dinding aorta sehingga mengakibatkan adanya pemisahan. Sedangkan aorta merupakan pembuluh besar yang utama yang memilki tugas dalam membaea darah kejantung. Jika keadaan tersebut meyerang pada tubuh anda maka anda terkadang ingin melakuakan pukulan pada dada anda, padahal hal tersebut merupakan hal yang dapat menggangu kesehaan tubuh anda, berupa mengembangnya diseksi aorta yang diakibatkan dari adanya aorta atau pembuluh darah besar tiba-tiba mengalami robek atau rusak.

Rasa sakit yang menyerang pada dada anda akan memburuk jika Anda bergerak, dan Anda akan memiliki kesulitan ekstrim bernafas ketika Anda berhenti dan berbaring setelah berolahraga. Mengangkat beban berat pada badan dan meningkatkan tekanan darah Anda dapat mengakibatkan diseksi aorta menimbulkan rasa nyeri pada dada yang sangat menyiksa dan sesak napas. Diseksi aorta dapat mengancam jiwa dan membutuhkan perhatian medis segera. Anda akan merasakan nyeri yang tajam tepat di bawah tulang dada ketika kerusakan terjadi. operasi darurat biasanya diperlukan.

Faktor ketiga diakibatkan dari adanya serangan jantung

Banyak orang percaya bahwa mereka mengalami serangan jantung ketika mereka tiba-tiba mengalami nyeri dada yang berhubungan dengan sesak napas, hal tersebut mungkin akan timbul akibat suatu pekerjaan yang berat, namun adanya serangna jantung jiga biasanya akan berpengaruh terhadap hasil dari kegiatan olahraga.

Tidak jarang orang merasa detakan jantungnya kencang setelah melakukan olahraga, dan konsisi adanya sakit dada dan seseak nafas akibat adanya serangan jantung ternyata akan menebabkan kematian jika tidak segera di tangani.

Faktor keempat adanya penyakit asma dalam tubuhnya

Jika Anda memiliki atau menderita penyakit asma akibat danya infeksi saluran pernapasan pada bagian atas, maka kemungkinan besar akan menumbuhkan batuk atau mengi yang disertai dengan adanya  sesak napas yang berkepanjangan setelah Anda berhenti dalam melakuakn aktivitas.

Batuk dapat menyebabkan nyeri dada, berhenti dan bernapas melalui inhaler Anda untuk meringankan gejala segera dan berbicara dengan dokter Anda tentang kemampuan Anda untuk mengejar latihan olahraga serupa di masa mendatang.

Anda mungkin perlu untuk beristirahat saat mengambil antibiotik untuk membersihkan infeksi. kondisi pernapasan lainnya yang menyebabkan Anda mengalami kesulitan bernapas selama aktivitas fisik yang mengarah ke batuk berat termasuk penyakit paru obstruktif kronik dan bronkitis kronis.

Tanggapan Anda

Bagian yang ditandai dengan * harus diisi. Jangan khawatir, email Anda akan selalu kami rahasiakan.