Berikut adalah paparan tentang hubungan antara kafein dan penyakit asma :

Hubungan antara kafein dan asma merupakan salah satu hal yang saat ini marak di perbincangkan oleh para dokter. Kemudian ada salah satu studi yang mengatakan atau menyimpulkan bahwa kafein tidak memiliki efek menguntungkan bagi asma, namun ada pula peneliti yang beranggapan bahwa kafein sangat bermanfaat bagi penderita penyakit asma.

Alasan seorang peneliti berangapan kafein dapat meringankan gejala asma yaitu dikarenakan kafein memiliki sifat yang mirip dengan teofilin(Brokondilator jangka panjang yang ammpu melebarkan saluran pernafasan sehingga memperlancar pernafasan.Teofilin adalah obat yang diresepkan untuk mengendalikan penyempitan saluran pernafasan, gejala yang umum dirasakan oleh penderita asma), Studi lain juga juga ada yang mengatakan bafwa kafein memiki sifat anti inflamasi yang berguna untuk mengatasi asma.

Fakta tentang kafein

Kafein adalah senyawa alkahoida turunan xantine (basa purin) yang berwujud Kristal berwarna putih.Kafein bersifa psikoaktif, digunakan sebagai stimulan system saraf pusat dan mempercepat metabolisme (diuretic).

Kafein dapat ditemukan pada biji, daun, dan buah, atau pada berbagai tanaman. Kafein diproduksi tanaman sebagai pestisida alami untuk pertahanan diri terhadap serangga yang memakan tanaman tersebut. Tanaman yang mengandung kadar kafein yaitu, the(camellia sinensi, kopi(coffea arabica), kola(cola acuminata), minuman energi, dan coklat(theobroma cacao).

Fakta tentang asma

Asma adalah penyakit yang menyebabkan pembengkakan dan penyempitan saluran pernapasan. Meskipun belum diketahui sebabnya secara pasti, faktor yang memicu serangan asma sudah berhasil diidentifikasi.

Faktor pemicu mencakup alergen yang menyebar melalui udara seperti bulu, spora, jamur, serbuk sari, tungau debu. Pemicu lainnya adalah infeksi seperti pilek, polusi udara, obat-obatan tertentu, tekanan emosi, respon alergi terhadap makanan, dan aktivitas fisik atau olahraga.

Meskipun asma belum bisa diobati, namun tingkat keparahan dan frekuensi serangan bisa diringankan dengan cara mengkonsumsi kafein.

Efek kafein pada asma

Sebagian studi menunjukkan efek kafein pada penderita asma sebagai bronkodilator. Salah satu penelitian berusaha membandingkan pasien asma yang diberi kafein dengan yang diberi plasebo namun Hasilnya menunjukkan kafein mampu mengelola gejala asma lebih efektif dibandingkan plasebo. Hal ini tentu akan menguntungkan untuk setidaknya dua alasan sebagai berikut:

Pertama, jika benar-benar membantu mengurangi serangan asma maka kafein bisa menjadi pilihan yang lebih baik dari pada obat-obatan kimia. Kedua, hasil penelitian ini bisa menjadi bahan perhatian saat seseorang hendak melakukan tes asma.

Konsumsi kafein sebelum melakukan tes akan membuat kondisi asma seseorang telah membaik meskipun pada kenyataannya tidak demikian. Hal ini tentunya akan menuntun pada kesalahan diagnosa. Namun karena hasil penelitian yang masih belum konklusif, studi lebih lanjut tetap diperlukan untuk menentukan efek kafein yang sebenarnya pada asma.

Kadar kafein rendah pada tubuh setara dengan tiga gelas kopi dapat meningkatkan kerja paru-paru penderita penyakit asma secara efektif selama empat jam. Bahkan pada penelitian di tahun 2010 menyatakan bahwa kafein dapat bekerja sebagai obat penyakit asma yang diakibatkan dari olah raga terlalu berlebihan.

Namun meskipun sudah dilakukan beberapa kali penelitian tentang kafein pada kopidapat menyembuhkan asma masih meragukan karena harus di butuhkan penelitian lanjut dngan responded yang lebih besaruntuk apakah kfein benar-benar dapat menyembuhkan atau mengobati penyakit asama.

Sekian penjelasan tentang hubungan kafein dengan penyakit asma, semoga bermanfaat.

Tanggapan Anda

Bagian yang ditandai dengan * harus diisi. Jangan khawatir, email Anda akan selalu kami rahasiakan.